…Saranghaeyo Oppa…

annyeong haseyo. choneun Soo Hyo *yg dulunya hyejae* a.k.a Fhanna imnida. Selama di sujuGIRLS ini, saia tau kalian berlangganan ff milik zayyhae onnie yang sudah belasan part. Nah, kali ini saia mo nyolong kesempatan buat posting percobaan ff oneshot saia. Saia mau kalian COMMENT ! kalo nggak comment nggak boleh baca :p

So let’s start !

– JONGHYUN POV @ Taman sekitar Seoul –

Saat itu, sekitar 2 menit sekali aku melirik ke jam tanganku. Aku yang tadinya duduk di bangku taman dengan santai tiba-tiba menjadi sangat gelisah.

“Kemana Soo Hyo…?” aku terus mencoba menghubungi handphone Soo Hyo. Tapi terus saja handphone nya tidak bisa dihubungi.

Kira-kira 15 menit kemudian, munculah seorang cewek berambut sebahu hampir sepunggung itu dan berhenti di depanku di tengah nafasnya yang terengah-engah.

“Mianhaeyo oppa aku telat. Aku ada sedikit masalah di rumah. Mianhaeyo…” Soo Hyo membungkuk di depanku. Aku cuma bisa tersenyum sambil menepuk pundaknya.

“Sudahlah, kita musti buru-buru. Taemin sudah menunggu kita.” aku berkata dan menggunakan helm motorku.

“Lagipula kenapa nggak jemput di depan rumah saja ?” tanyaku lagi sebelum dia naik ke motorku.

“Oppa kan tau kalo Sungmin oppa itu melarangku jalan dengan cowok. Walaupun oppa cuma temen deketku, tetep aja Sungmin oppa menjagaku. Dia bilang dia nggak suka aku berkerumun dengan cowok.” jawab Soo Hyo dengan cemberut. Aku lalu menghela nafasku.

“Araseo. Ayolah jalan…” Aku berkata. Soo Hyo naik ke motor dan motor kulajukan dengan kencang.

Soo Hyo memang sangat dijaga dengan Sungmin hyung. Sungmin hyung sangat menyayangi Soo Hyo. Walaupun Sungmin sudah sangat kenal dan akrab denganku, ia tetep aja nggak membolehkan Soo Hyo bersamaku. Apalagi aku cowok bling bling. =.=

– SOO HYO POV @ Taman Bermain di SEOUL –

Aku dan Jonghyun berhenti di sebuah taman bermain di Seoul. Saat itu pukul 2 siang. Aku menoleh kiri-kanan melihat semua mainan yang ada.

“Hebat !” aku berkata semangat. Jonghyun mencoba menghubungi Taemin. Tapi kuhentikan dengan cepat.

“Waeyo ? Kita harus segera menghubungi Taemin untuk menemuinya.” Jonghyun berkata. Aku lalu tersenyum lebar.

“Bisakah kita bermain dulu ?” tanyaku. Jonghyun cuma bisa mendelik. Aku lalu menggandeng tangannya. Sayangnya, gandenganku buru-buru dilepas olehnya.

“Eh, mianhae…” aku agak jaga jarak malu. Jonghyun hanya mengangguk. Lalu aku berlari menuju rumah hantu. Rumah hantunya benar-benar kelihatan menyeramkan. Digantung kepala bunting-buntungan di depan rumah hantu itu.

“Oppa mau naik ituuu~” aku menunjuk ke rumah hantu itu. Jonghyun lalu melotot.

“Jarang-jarang ada cewek umuran kamu mau masuk ke situ.” Jonghyun berkata sambil menggeleng nggak percaya.

Aku dan Jonghyun masuk ke rumah hantu. Kami tertawa, berteriak, dan senang-senang di dalam. Setelah itu jalan-jalan dan kami mencari tempat menarik. Jonghyun sibuk dengan kamera digital-nya yang suka banget moto=moto aku kalo lagi aneh-aneh. Kami jalan-jalan, foto-foto dan tertawa bersama.

Tak jauh dari sekitar kami masuk, ada seseorang menggunakan jaket hitam menarik tanganku. Spontan Jonghyun langsung berlari menarikku juga.

“A-Apa…”

“Masuklah kesini… Kalian berdua…” orang itu menunjuk ke arah rumah ramal. *korea !? rumah ramal !?* =.=

“Waeyo ?” tanyaku ketakutan. Jonghyun lalu mengangguk.

“Sudahlah, ikuti saja…” jawab Jonghyun. Orang itu mendorongku masuk ke rumah ramal itu. Banyak benda-benda aneh dan menakutkan disitu.

“Untuk apa kami masuk ke rumah ramal coba ?” aku keheranan sama orang berjaket itu. Tiba-tiba…

“TADAAA~” si orang berjaket hitam itu membuka jaketnya dan munculah Taemin yang menepuk pundakku dan Jonghyun cukup kencang hingga membuatku terkaget setengah mati.

“TAEMIN-AH~~” Jonghyun memasang wajah kesel. Aku lalu melihat cewek yang mungkin sedikit lebih ‘dewasa’ dibandingkan Taemin.

“Taemin oppa…? Itu…” aku menunjuk pada cewek itu.

“Em, choneun Ha Ra imnida.” Ha Ra onnie berkata sambil tersenyum. Jonghyun pun berjalan mendekati Ha Ra onnie.

“Wawaah. Kenapa sms-ku nggak noona balas ?” tanya Jonghyun pada onnie itu. Kelihatannya mereka dekat sekali. Aku yang ngerasa terpojokkan hanya diam mengikuti alur pembicaraan mereka.

Jonghyun terus ngobrol asyik dengan Ha Ra onnie. Ia sama sekali nggak menoleh padaku. Dia lebih nyaman bersama Ha Ra onnie. Aku pun sedikit merasa tersingkirkan lagi.

– JONGHYUN POV @ Taman Bermain di SEOUL –

Aku mulai merasa aneh kali ini. Aku merasa Soo Hyo mulai menghindariku. Setiap aku berjalan di sampingnya, dia selalu membuang pandangannya dariku. Ketika kutanya apa dia ingin beli minuman, dia selalu menjawab “Ya” atau “Hm” atau kadang “Terserah”. Dia pun hampir nggak ingin berjalan denganku. Aneh…

“Kita mau kemana ?” tanya Soo Hyo pada Ha Ra.

“Kita ke restoran aja… Aku yakin kalian lapar…” Taemin berkata sambil tersenyum lebar. Aku ikut tersenyum simpul saat itu. Lalu aku melirik pada Soo Hyo.

“Kau lapar kan ?” tanyaku padanya. Soo Hyo sama sekali tidak menjawab pertanyaanku. Seakan-akan aku nggak ada dalam pengelihatannya.

“Soo Hyo mau makan apa ?” tanya Taemin pada Soo Hyo yang diam aja.

“Aku makan seperti yang Taemin oppa pesan saja…” jawab Soo Hyo sambil sedikit tersenyum. Aku sangat kecewa melihatnya yang tidak bisa tersenyum dengan leluasa.

“Aku akan pergi memesan.” Taemin bangkit. Diikuti dengan Ha Ra.

Suasana di meja makan sangat sepi. Soo Hyo sama sekali tidak melirikku sedikit pun. Dia lebih memilih melihat ke handphone-nya. Sudah beberapa kali aku mengajaknya ngobrol tapi tetap saja dia mengacuhkanku.

“Kau kenapa sih ?” heranku yang akhirnya angkat bicara dengan nada keras. Soo Hyo hanya mengangkat kepalanya dan mengadah padaku.

“Waeyo ?” tanyanya simple.

“Dengan mudah kamu malah balik nanya ! Kau itu kenapa ? Dari tadi kamu nggak ngeluarin sepatah kata apapun denganku !” aku menjawab dengan mulai agak kesal. Soo Hyo lalu bangkit dari bangkunya.

“Kenapa sih ? Sudahlah lupakan ! Aku mo ke toilet.” Soo Hyo berjalan menuju toilet. Ha Ra pun muncul dari kejauhan.

“Ada apa ini ?” tanya Ha Ra yang duduk di depanku. Aku hanya menggeleng. Ha Ra kelihatan cukup cemas. Aku hanya bisa tersenyum simpul.
“Aniyo noona…” aku menenangkan kecemasannya. Dia lalu tersenyum. Senyuman yang membuatku menjadi agak baikan setelah Soo Hyo bersikap dingin padaku.

“Baguslah kalo begitu,” Ha Ra pun menghela nafasnya lega. Aku hanya ikut tersenyum ikut lega.

“Entah kenapa hari ini ramai sekali. Jadi Taemin musti ngantri. Aku akan jalan-jalan sebentar. Kau mau ikut ?” tanya Ha Ra padaku. Aku lalu mengangguk.

“Ne. Sekalian mo nyegerin kepala.” Aku berdiri dari bangku dan berjalan bersama Ha Ra. Kami keluar restoran. Lalu aku dan Ha Ra berjalan menuju ke belakang mini-resto yang ternyata di depan kami sudah ada danau besar yang tenang.

“Bah… Lelahnya duduk terus.” aku tersenyum lebar.

“Sudah mendingan, kan ?” tanya Ha Ra dengan penuh senyum di sebelahku. Senyum di tengah angin yang bertiup perlahan. Manis, itulah yang kupikirkan.

“Iya. Noona bisa saja..” jawabku agak malu. Ha Ra lalu tertawa kecil. Aku pun memandangi wajah Ha Ra perlahan.
“Waeyo ?” tanyanya. Aku menggeleng.

“Tidak. Setelah kuperhatikan, noona sangat berbeda dengan Soo Hyo. Noona lebih kelihatan… manis ?” aku nggak sengaja mengeluarkan kata ‘manis’. Lalu aku segera membuang pandanganku malu.

Ha Ra hanya tertawa geli, “Dasar penjilat, apa maksudmu tentang ini ?”

Aku hanya diam. “Tidak tidak. Aku hanya ingin berpendapat saja.”

“Aku tau kau sedang bermasalah dengan Soo Hyo. Dia kelihatan pucat selama perjalanan ini. Apalagi tadi, Soo Hyo berjalan dengan cueknya ke toilet.” Ha Ra berkata. Aku lalu menghela nafasku.

“Noona berbeda dengannya. Dia yang kelihatan sangat sok dan terlalu gembira. Kadang aku kesal dengan permintaannya yang tidak masuk akal.” aku melanjutkan sambil menggaruk kepalaku.

“Tapi… bukankah kau juga menikmati waktu bersamanya ?” tanya Ha Ra sambil tersenyum meyakinkan. Aku tersentak.

“Noona…?” aku berbisik padanya.

“Waeyo ?” Ha Ra menoleh padaku.

“Bolehkah aku menyukai noona…?”

“Mwo…?” Ha Ra terkaget. Wajahnya memerah.

“…chinja…?”

Aku berbalik ketika mendengar suara seseorang, seseorang lalu berlari menjauh.

“…nugu…?”

– SOO HYO POV @ Mini Resto di Seoul –

Apa-apaan ini !? Aku kesal. Aku marah pada Jonghyun. Tapi setelah kupikirkan, untuk apa aku marah padanya ? Untuk apa aku kesal padanya padahal itu semua tidak ada hasilnya. Jonghyun sama sekali tidak bersalah. Akulah yang membuatnya menjadi merasa bersalah. Tapi, aku kesal..!

“Apa aku suka…?” bisikku pelan di wastafel toilet.

Aku benar-benar bingung dengan diriku sendiri. Aku memarahi Jonghyun padahal ia tidak bersalah. Tapi aku pun tidak ingin minta maaf padanya. Pikiranku mengatakan bahwa aku harus jauhi Jonghyun. Aku harus jauhi kenyataan bahwa aku… menyukainya.

“Haah, dasar cari ribet. Jonghyun benar-benar sialan !” kesalku dan menguncir rambutku. Lalu aku keluar dari toilet. Taemin duduk di kursi sendirian. Aku lalu duduk di depannya.

“Kemana yang lain ?” tanyaku padanya. Taemin menggeleng.
“Mungkin keluar. Makanannya sebentar lagi tiba. Aku nggak mau setelah makanan datang mereka tidak ada.” Taemin memasang wajah cemberut. Benar-benar lucu…

Sekitar 2 menit menunggu sambil mengobrol kecil-kecilan, makanan yang dipesan pun sudah tiba. Aku lalu menoleh pada Taemin.

“Mana mereka berdua ? Makanannya aja udah datang.”

“Aku akan menghubungi ponselnya…” Taemin mengeluarkan ponselnya. Tapi aku bangkit dari kursi.

“Aku akan mencarinya, mungkin mereka di sekitar sini…” aku berjalan menuju pintu keluar resto. Menoleh kiri-kanan sebentar dan yakin bahwa mereka mencari tempat yang tenang.

Aku memilih untuk mencarinya di danau tepat di belakang mini-resto. Tempatnya memang tenang dan ditimbuni rumput yang seberangnya sudah danau. Angin bertiup perlahan dengan sejuk dan membuat suasana di tempat ini menjadi semakin menarik.

Lalu aku melihat dua orang sedang berdiri bersebelahan. Ha Ra dan tentu saja Jonghyun. Aku lalu berjalan mendekat perlahan.

“Bolehkah aku menyukai noona…?”

Aku tersentak dengan kalimat yang diucapkan Jonghyun. Aku menutup mulutku yang ternganga tidak percaya. Benarkah dia mengucapkan hal itu…?

“…chinja…?”

Aku sendiri kaget saat sadar bahwa aku mengeluarkan sepatah kata. Aku langsung berbalik dan berlari sekencang mungkin. Entahlah, aku berlari sambil menahan air mataku yang sudah tergenang di mataku.

Satu-satunya hal yang masih membuatku bingung. Untuk apa aku menangis…? Aku sudah mendengar dari mulut Jonghyun sendiri bahwa ia menyukai Ha Ra onnie. Untuk apa kutangisi ? Mungkin aku hanya punya satu alasan untuk ini semua. Aku begini… karena aku memang menyukai Jonghyun…

Aku masuk ke mini-resto. Lalu segera mengambil tasku. Taemin langsung bangkit panik. Dia memegang pundakku erat.

“Waeyo Soo Hyo !?” dia menggoyang-goyangkan badanku. Aku sama sekali tidak menjawab. Sudah terlalu lesu.

“Aniyo… oppa…” balasku.

“Bohong !”

Taemin memandangku dengan serius. Tapi aku tetap nggak peduli. Aku berjalan melewatinya. Kepalaku pusing. Terlalu banyak menangis, mana perut belum diisi makanan.

Aku jatuh ke lantai. Taemin segera memegangiku. Dia menepuk-nepuki pipiku. Pandanganku berbayang. Wajah Taemin kelihatan cemas. Dan bayangan lain kulihat wajah Ha Ra dan Jonghyun.

“Aku.. ingin pulang…” aku bangkit dengan lesu. Berlari ke luar mini-resto. Detak jantungku bergerak pelan. Seperti tidak ada lagi tenaga. Pandanganku sudah kuning ( dehidrasi ). Tapi aku tetap berlari hingga keluar taman bermain.

Aku terus berlari sekuatku pandanganku mulai hilang. Mataku seakan berputar tidak karuan. Tidak kusadari tepat mobil sedang melaju di sebelahku dan…

“SOO HYO !?”

– JONGHYUN POV – @ HOME


Sudah hampir dua minggu aku tidak bertemu dengan Soo Hyo. Sama sekali tidak ada kabar darinya. Teleponku sama sekali tidak diangkat, sms pun tidak ada yang terbalas. Seakan-akan dia menghilang dari dunia, dari kehidupanku. Sejujurnya, aku tidak suka itu.

“Sudah kau coba hubungi Soo Hyo ?” tanya Taemin padaku. Aku menggeleng. Pasrah dengan ini semua. Lalu aku melempar ponselku ke atas sofa.

“Untuk apa ? Yang pasti dia membenciku dan tidak akan lagi bertemu denganku…” jawabku pasrah.

Ya. Taemin-lah yang membantuku menghubungi Soo Hyo. Begitu pula dengan Ha Ra yang terus mencari di mana keberadaan Soo Hyo.

“Semua hasilnya nihil.” Ha Ra muncul dari belakang Taemin.

“Sudahlah, hyung. Kau pucat. Kau butuh istirahat. Kita tetap akan terus mencarinya, tetapi kau tetap harus istirahat. Nanti kau juga akan sakit.” Taemin berusaha membujukku.

“Untuk apalagi aku istirahat…? Aku hanya ingin bertemu dengan Soo Hyo walau semenit. Aku ingin mengatakan sesuatu padanya,” aku melirik Ha Ra. Ha Ra hanya tersenyum simpul. Dialah yang mengetahui semua rahasiaku.

Malam harinya, aku masih berusaha menghubungi semua nomor telepon sahabat-sahabat Soo Hyo. Tapi tetap saja. Banyak yang bilang dia tidak masuk sekolah selama dua minggu lebih karena sakit. Aku pun memandangi nomor Sungmin hyung.

“Kucoba,” bisikku. Aku pun mencoba menghubunginya.

“Yoboseyo ?”

“Ne, Sungmin hyung !”

“Nuguseyo ?”

“Ah~ Choneun Jonghyun imnida. Temennya Soo Hyo.”

“Oh. Waeyo Jonghyun ?”

“Ne, apakah Soo Hyo ada ?”

“Em… mungkin, mungkin kau menghubungiku dengan waktu yang tidak tepat.”

“Wae..?”

“Malam ini, pukul setengah sepuluh nanti. Dia akan segera berangkat ke Amerika. Kira-kira dia akan kembali 2 tahun ke depan nanti.”

“U-Untuk apa !?”

“Dia lumpuh… Kau tidak tahu ?”

Aku terdiam kaku. Lumpuh…? Mungkinkah…? Soo Hyo lumpuh…!?

“Aku tidak percaya…”

“Untuk apa aku berbohong ? Kau tahu aku sangat menyayanginya ?”

“Tapi…”

“Soo Hyo tidak bercerita mengapa dia bisa begini. Setahuku, dia begini karena kecapekan dan pingsan di tengah jalan. Aku tidak tahu-menahu soal ini…”

Aku lalu terdiam lagi. Soo Hyo sama sekali tidak cerita bahwa AKULAH YANG MEMBUAT DIA MENJADI SEPERTI INI.

“Ya ! Ya Jonghyunnie !”

Aku mematikan ponselku dan segera memakai jaket motorku. Sekarang pukul sembilan. Aku hanya punya waktu 30 menit. Aku menaiki motor dan kulajukan motor dengan kecepatan tinggi. Aku harus menemuinya !

– SOO HYO POV – @ Bandara

Dua minggu lebih ini, aku vakum dari dunia. Aku tutupi diriku. Selama ini kukurung diriku di rumah. Tak satupun orang yang berhak menemuiku. Bahkan Jonghyun.

Tepat pukul setengah sepuluh kurang sepuluh menit, aku sudah berada di bandara. Dengan tongkat yang selama ini membantuku berjalan.

Ya. Aku lumpuh. Dan tujuanku ke Amerika adalah untuk terapi dengan kaki palsuku. Bukan cuma itu. Aku pun bertujuan untuk melupakan Jonghyun.

“Soo Hyo, ayo segera pergi. Nanti ketinggalan pesawat.” Mama berkata sambil menepuk pundakku. Aku hanya bisa tersenyum pedih.

“Araseo, amma…”

Baru beberapa langkah ku berjalan, seorang cowok ‘bling bling’ muncul dari belakangku dan tersenyum.
“Selamat jalan, chagiya.” ia tersenyum manis. Mataku mulai berlinangan air mata. Tak kusangka dia adalah Jonghyun, berdiri dengan pakaian rumah yang atasnya hanya ditutupi jaket motor.

“Bukankah kau menyukai Ha Ra ?” tanyaku masih meneteskan air mataku.

“Saat aku menyatakan perasaanku…”

-flashback-

“Noona…?”

“Waeyo ?”

“Bolehkah aku menyukai noona…?”

“Mwo…?”

“Jadi, apa jawaban noona ?”

“Jonghyun, noona tau kau menyukai noona. Tapi, bagaimana dengan Soo Hyo ?”

“Apanya ?”

“Kupikir kau sangat menyayangi Soo Hyo. Kau pernah cerita kan kalau kau menikmati waktu bersamanya ?”

“Tapi…”

“Noona hanya ingin mengingatkan, bukankah sebenarnya Soo Hyo juga menyukaimu ? Itu terlihat dengan jelas saat dia pucat karena kau mengacuhkan dia saat di perjalanan.”

“…soo hyo…?”

“Utarakan perasaanmu padanya, kau lebih cocok dengannya…”

“Ja-jadi… tunggu dulu ! apa noona merencanakan ini semua !?”

“Untuk apa ? dan lagi pula, aku sudah berpacaran kali~”

“Ne !? NUGU !!?”

“Tahukah kau kalo noona berpacaran dengan Taemin ?”

“MWO !? CHINJA !?”

“Ne, baru aja mulai beberapa hari yang lalu. Ya dialah yang menyatakan perasaannya.”

“Jadi begitu…”

“Nah, kuingatkan kau, ungkapkan perasaanmu sebelum ff ini terlambat…”

“Gomawoyo.. noona…:)”

***

“Neomu yeppeo~” ucapku sambil tertawa kecil di tengah tangisku. Jonghyun berjalan mendekatiku dan menghapus air mataku.

“Sampai jumpa… 2 tahun lagi. Hubungi aku kalau perlu.” Jonghyun tersenyum dan memelukku. Aku lalu menangis di pelukannya.

“Saranghaeyo, oppa…” bisikku di telinganya sambil menangis.

“Na do saranghaeyo…” balasnya.

Aku lalu meninggalkan Seoul. Meninggalkan Jonghyun. Tapi aku yakin, aku akan bertemunya lagi. Aku yakin itu.

“…saranghaeyo oppa…”

12 thoughts on “…Saranghaeyo Oppa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s