Aku benar2 mohon maaf atas segala keterlambatan.. First, gara2 Hongki ku error (name of my lappy) dan yang kedua, i don’t have much time.. sekarang aku ngepostnya lagi mau berangkat kuliah loh..hehehe.. padahal 15 menit lagi masuk n perjalanan 45 menitan lah haha.. jangan jadi silent reader yah~ view n comment! gomawoo..
Mataku terbuka perlahan. Samar-samar aku melihat Hyuk di sisi kanan tempat tidur, melongo. Ia berteriak kecil saat aku bergerak. Kyu oppa berlari-lari masuk dan memelukku.
“Syukurlah… Syukurlah, Eunrim..”
Di belakang Kyu oppa ada Ji Kyo onnie dan Yoon Hee onnie yang wajahnya pucat. Ia masih memakai celemek yang berlumuran banyak darah. Rupanya ia tadi membantu Hyukjae mmengangkatku. Ia menggingit-gigit kukunya.
“Kau taka pa-apa kan?” tanyanya cemas. Dari sudut matanya kulihat ia sangat ketakutan akan dipersalahkan.
Aku tersenyum lemas, mencoba duduk, tapi benar-benar lemas.
Kulihat samar-samar Teuki, Wookie, dan Yesung masuk.
“Dia tidak apa-apa?” Tanya Teuki.
“Apa kata dokter hyung?” Kyu tidak menjawab pertanyaan Teuki, malah bertanya balik. Alih-alih menjawab pertanyaan Kyu, ia malah menarik Kyu keluar. Yesung duduk di sisi kiri tempat tidurku, menusuk nusuk lenganku dengan telunjuknya.
“Sakit ngga?” tanyanya.
Aku melirik jari manisku. Yaelah oppa pake ditanya, ya sakitlah. Diperban.
Kyu dan Teuki masuk dengan muka pucat.
“Aku sakit apa?” tanyaku.
Read the rest of this entry →